Jakarta – Pada ajang Piala Dunia 2026 kali ini, ada yang tampak berbeda di perangkat yang dikenakan oleh wasit. Di bagian kepala, tampak ada gadget yang cukup menonjol, yang ternyata adalah Ref Cam atau kamera wasit.
Dikutip detikINET dari Sport Star, kamera itu merekam video definisi tinggi dari sudut pandang wasit sehingga terasa lebih intim. Rekaman tersebut digunakan di seluruh 104 laga dalam turnamen ini dan diintegrasikan ke siaran langsung, sehingga memberi penggemar sudut pandang unik terhadap aksi di lapangan.
Teknologi ini pertama kali diuji pada Piala Dunia Antarklub FIFA di 2025 sebelum dites di beberapa kompetisi. Dikembangkan melalui kolaborasi dengan Lenovo, mitra teknologi resmi FIFA, versi terbarunya menggunakan stabilisasi gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengurangi keburaman gerak akibat pergerakan wasit.
Hasilnya adalah rekaman sudut pandang orang pertama yang lebih halus dan lebih jelas. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi penggemar, memberikan wawasan lebih mendalam mengenai keputusan wasit, serta meningkatkan transparansi selama pertandingan.
Membawa Penonton ke Tengah Lapangan
Selama ini, kita terbiasa menonton sepak bola dari jarak yang aman dan bukan seperti itu rasanya sepak bola ketika berada langsung di atas lapangan. Kamera wasit mengubah hal tersebut.
Tiba-tiba, audiens tidak sekadar menonton pertandingan tapi berada di dalamnya. Anda melihat para pemain menutup ruang gerak, tubuh berkelebat melintasi kamera, sepatu bola melesat, dan kecepatan dalam pengambilan keputusan, dengan cara yang jarang bisa ditangkap kamera siaran tradisional.
Itulah janji yang ditawarkan sistem ini ketika diuji coba pada Piala Dunia Antarklub FIFA 2025. Reaksi penggemar saat itu cukup kuat, sehingga mendorong FIFA mengembangkannya lebih lanjut dan meluncurkannya pada turnamen terbesar di kancah sepak bola dunia ini.
“Kami pikir ini adalah kesempatan yang baik untuk menawarkan pengalaman baru kepada penonton, dalam hal gambar yang diambil dari suatu perspektif, dari sudut pandang yang belum pernah ditawarkan sebelumnya,” cetus Pierluigi Collina, ketua Komite Wasit FIFA.
Teknologi ini dinilai bukan sekadar gimmick tapi sungguh menambah daya tarik. Kamera siaran yang tinggi dapat menunjukkan ke mana seorang pemain berlari, tapi pandangan mata wasit dapat menunjukkan seberapa cepat pemain tersebut. Kamera ini dapat memperlihatkan intensitas duel perebutan bola, kekacauan di kotak penalti, dan detail-detail kecil lainnya.
Gol penyeimbang Korea Selatan pada putaran pertama Grup A adalah contoh sempurna mengapa teknologi ini menarik. Gol Hwang In-beom ke gawang Ceko sebenarnya sudah menjadi momen luar biasa, tapi sudut pandang dari level lapangan menegaskan betapa cepat dan tajamnya pergerakannya, dengan cara yang sama sekali tak bisa dilakukan sudut siaran standar.
Di situlah kamera wasit membawa kita lebih dekat dengan ritme dan emosi permainan. Ini juga membuktikan daya tarik tayangan point of view. Kita hidup di zaman di mana penonton ingin merasa menjadi bagian dari aksi. Itulah mengapa kamera POV sangat populer di kalangan pesepeda, pemain ski, pengendara sepeda motor, vlogger, sampai pembuat film dokumenter petualangan.