Jakarta – Hubungan emosional antara dua bintang Marvel Cinematic Universe (MCU), Tom Holland dan Jon Bernthal, rupanya tidak hanya terjadi di depan kamera, melainkan sudah tertanam kuat sejak awal karier mereka.
Baru-baru ini, dalam sebuah wawancara eksklusif bersama majalah Empire, Tom Holland mengungkapkan ambisinya untuk masa depan karakter Spider-Man, termasuk keinginannya untuk “membalas budi” kepada Bernthal dengan membawa Sang Manusia Laba-laba masuk ke dalam proyek berlabel dewasa (R-rated).
Bagi para penggemar setia Marvel, persahabatan antara Holland dan Bernthal bukanlah rahasia lagi. Jauh sebelum keduanya memakai kostum pahlawan super, mereka sempat beradu akting dalam film drama sejarah berjudul Pilgrimage (2017).
Di masa-masa produksi film itulah, keduanya saling membantu untuk merekam video audisi (vocal tape/self-tape) demi mendapatkan peran di Marvel Studios-Holland untuk Spider-Man dan Bernthal untuk Frank Castle alias The Punisher.
Kini, setelah keduanya sukses besar dengan peran masing-masing, Holland merasa sudah waktunya bagi dia untuk membalas kebaikan Bernthal yang dulu membimbingnya saat audisi.
“Saya sangat berterima kasih kepada Jon yang telah mengambil lompatan besar dan bersedia menjadi bagian dari film kami (Spider-Man: Brand New Day). Sekarang, saya sangat ingin membalas budi tersebut,” ungkap Tom Holland kepada Empire.
Salah satu cara Holland untuk membalas budi tersebut adalah dengan muncul di salah satu serial atau proyek solo milik The Punisher di masa mendatang.
Namun, alih-alih membawa Punisher ke dunianya yang ramah keluarga, Holland justru tertantang untuk membawa Spider-Man keluar dari zona nyamannya.
“Saya ingin sekali muncul di salah satu acaranya (Punisher). Mari kita lihat seperti apa jadinya versi R-rated dari Spider-Man,” tambah Holland sembari antusias.
Pernyataan ini tentu memicu gelombang spekulasi dan antusiasme luar biasa dari kalangan fans. Sepanjang sejarah perfilman modern, Spider-Man selalu diidentikkan dengan rating PG-13 agar dapat dinikmati oleh semua umur, termasuk anak-anak.
Mengimajinasikan Peter Parker bertarung di jalanan yang bersimbah darah khas semesta The Punisher akan menjadi sebuah lompatan narasi yang sangat berani bagi Marvel dan Sony Pictures.
Sebelum impian R-rated tersebut terwujud, para penggemar dipastikan akan melihat dinamika unik kedua karakter ini terlebih dahulu lewat film layar lebar Spider-Man: Brand New Day.
Film ini menandai pertemuan perdana mereka di layar lebar MCU setelah karakter Frank Castle sempat beraksi secara brutal lewat tayangan spesial Disney+ The Punisher: One Last Kill.
Banyak penggemar yang sempat khawatir bahwa kehadiran Punisher di film Spider-Man yang bernuansa PG-13 akan membuat karakter anti-hero tersebut “dijinakkan” atau kehilangan jati dirinya yang sadis.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Holland meyakinkan penonton bahwa tim produksi di bawah arahan sutradara Destin Daniel Cretton telah menemukan formula yang tepat.
“Saya tahu ada kekhawatiran tentang membawa karakter dengan latar belakang R-rated ke dalam film seperti ini. Namun, cara kami merancang dunia di sekitarnya terasa sangat autentik bagi Frank Castle yang kita kenal,” jelas Holland.
“Ada banyak cara menyenangkan untuk menyiasati fakta bahwa dia (Frank Castle) adalah orang yang selalu mengumpat dan gemar membunuh orang.”
Meski keinginan Tom Holland terdengar sangat menjanjikan, mewujudkan Spider-Man versi R-rated atau memunculkannya di serial televisi dewasa bukanlah perkara mudah.
Hal ini dikarenakan adanya kontrak hak siar dan hak karakter yang sangat ketat antara Sony Pictures dan Marvel Studios.
Berdasarkan kesepakatan yang ada, karakter Spider-Man versi Tom Holland hanya diizinkan muncul dalam film layar lebar teatrikal dan dilarang keras tampil dalam serial live-action televisi atau platform streaming seperti Disney+.
Hal inilah yang menyebabkan mengapa referensi tentang Spider-Man di serial jalanan seperti Daredevil: Born Again selalu disampaikan secara samar tanpa pernah menampilkan sosoknya langsung.