Jakarta – Sepanjang 2025, investasi yang berhasil masuk ke Indonesia mencapai Rp 1.931,2 triliun. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut sejumlah negara yang paling banyak menyuntikan modalnya ke Indonesia.
Singapura menjadi negara pertama dengan realisasi investasi terbesar ke Indonesia mencapai US$ 17,4 miliar. Kemudian disusul Hong Kong dengan realisasi US$ 10,6 miliar.
Lalu, China sebesar US$ 7,5 miliar dan Malaysia US$ 4,5 miliar. Rosan menyebut Singapura lebih banyak investasi di industri logam dasar, barang logam, bukan mesin peralatannya.
“Ya, memang kalau kita lihat mereka Singapura ini (investasi) di industri logam dasar, barang logam, bukan mesin peralatannya,” kata Rosa dalam konferensi pers, di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Selain itu, ada beberapa sektor yang paling diminati investor asing sepanjang 2025. Pertama, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin peralatannya sebesar US$ 14,6 miliar. Kedua, pertambangan US$ 4,7 miliar. Ketiga, jasa lainnya US$ 4,5 miliar.
Keempat, industri kimia dan farmasi sebesar US$3,8 miliar. Kelima, transportasi, gedung, dan telekomunikasi US$ 3,3 miliar.
Secara total baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), total investasi yang masuk pada industri logam dasar, barang logam, bukan mesin peralatannya sebesar Rp 262 triliun. Lalu pada transportasi, gedung, dan telekomunikasi mencapai Rp 211 triliun, sektor pertambangan Rp 199,6 triliun, jasa lainnya Rp 170,5 triliun, serta perumahan dan kawasan industri dan perkantoran Rp 140,4 triliun.
Ke depan, Rosan melihat sektor perumahan dan kawasan industri akan semakin diminati investor. Hal ini seiring dengan program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 3 juta rumah.
“Karena kembali lagi investasi bidang perumahan baik dalam dan luar negeri sudah lihat di pipeline-nya ini akan meningkat cukup signifikan. Ini disebabkan karena program Bapak Presiden sehingga melihat peningkatan cukup signifikan termasuk kawasan industri. Jadi dua hal ini di tahun ini akan mengalami peningkatan cukup signifikan bisa menggeser sektor lainnya,” jelas Rosan.