Jakarta – Rally Dakar dikenal sebagai ajang balap paling ganas di dunia. Tertarik merasakan persaingan di tengah gurun pasir ini, siap-siap merogoh kocek yang dalam.
Pereli Indonesia, Julian Johan atau yang akrab disapa Jeje, membeberkan betapa tingginya biaya pendaftaran untuk bisa mencicipi gurun Arab Saudi edisi Dakar 2026. Jeje yang turun di kategori Dakar Classic menyebut bahwa kelas yang ia ikuti adalah yang “termurah”, meski angkanya tetap bikin melongo.
Menurut Jeje, Dakar sebenarnya sangat terbuka bagi siapa saja yang memiliki uang, keberanian, dan lisensi balap.
“Jadi di Dakar itu ternyata semua orang bisa ikutan ya asal ada uangnya di semua kelas dan asal ada keberaniannya juga ya gitu, semua kelas kecuali motor,” ujar Jeje kepada detikcom.
“Jadi kalau kita ikut yang motor itu kita persyaratannya sudah pernah mengikuti
kejuaraan rally cross country, rally rate ya seperti Dakar ini, tapi di regional masing-masing,” tambah dia.
Jeje memaparkan bahwa pendaftaran kategori Dakar Classic adalah yang paling terjangkau dibanding kelas lainnya.
“Jadi pendaftaran itu emang bervariasi harganya. Buat di kategori Dakar klasik
yang saya ikutin itu hitungannya paling murah. Paling murah. Bukan murah ya, tapi paling murah di antara yang lain yaitu Rp 350 juta pendaftaran,” kata Jeje.
“Kalau yang modern tuh bisa jauh lebih mahal. Rp 600 juta itu di luar yang lain-lain tuh,” jelasnya lagi.
Jangan pikir biaya di atas sudah termasuk tim mekanik. Di Dakar, setiap kepala yang dibawa masuk sebagai kru wajib didaftarkan dengan biaya yang tidak main-main.
“Misalnya saya bawa adik saya ke sana, jatuhnya kan jadi kru. Itu bayar Rp 190 juta per orang. Mobil yang jadi support car juga mesti didaftarin lagi,” kata Jeje.
Masalah kendaraan jadi pos pengeluaran paling besar. Jika tidak membawa mobil sendiri, kontestan harus menyewa ke bengkel spesialis balap.
“Angka kasarnya ya di atas Rp 2 Miliar lah (untuk sewa mobil). Kita juga mesti bayar deposit. Deposit tiap tim beda-beda, ada yang 50 ribu Euro atau hampir Rp 1 Miliar,” tambahnya.
Jika ditotal-total Jeje menghabiskan biaya lebih dari Rp 3 miliar untuk sekali ikut Rally Dakar. Pengorbanan finansial dan fisik itu akhirnya berbuah manis saat ia berhasil membawa bendera Merah Putih berkibar tinggi di podium kategori Dakar Classic 2026.
Turun dengan unit Toyota Land Cruiser 100 yang legendaris, Jeje membuktikan bahwa pereli Indonesia mampu bersaing di kasta tertinggi otomotif dunia. Tak tanggung-tanggung, Jeje membawa pulang tiga gelar prestisius dari kategori Dakar Classic:
Peringkat 5 Klasemen Umum (Overall): Menembus posisi elit lima besar dunia dari ratusan peserta mancanegara.
Juara 1 Kategori Iconic Classic: Predikat terbaik untuk mobil dengan nilai sejarah dan desain legendaris yang pernah berlaga di era Paris-Dakar asli.
Juara 3 Kelas H2: Podium ketiga untuk kategori mobil keluaran tahun 1980-an hingga 1990-an.
Simak wawancara bersama Jeje selengkapnya di detikOto: