Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah melaporkan kasus gagal bayar (galbay) PT Dana Syariah Indonesia (DSI) ke Istana Presiden. Diketahui, DSI melakukan galbay kepada lendernya yang diperkirakan sebesar Rp 1,4 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengaku saat itu diminta oleh asisten khusus Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan kasus galbay DSI.
“Kami juga sudah melaporkan ke istana juga, karena kami dipanggil Asisten Khusus Presiden mengenai hal ini,” ungkap Agusman dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Agusman sebelumnya juga sempat membahas kasus ini di Komisi XI DPR RI pada 11 November 2025. Kemudian saat ini, OJK kembali melaporkan perkembangan kasus galbay tersebut ke Komisi III bersama Paguyuban Lender DSI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK).
“Di 11 November 2025, kami juga sudah menjelaskan ke Komisi XI masalah ini,” jelasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan unggahan resmi Instagram @paguyubanlenderdsi terdapat dana galbay DSI sebesar Rp 1,4 triliun. Dana tersebut diklaim milik 4.898 lender DSI yang terdata per 14 Januari 2026.
Kemudian berdasarkan hasil pemblokiran rekening dan analisa PPATK, hanya terdapat Rp 4 miliar dana DSI. Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono, menjelaskan telah memblokir 33 rekening pihak yang terafiliasi DSI. Berdasarkan hasil analisis PPATK, dana yang diblokir dari DSI hanya tersisa Rp 4 miliar.
Danang merinci, berdasarkan data transaksi keuangan, DSI berhasil menghimpun dana masyarakat sebesar Rp 7,478 triliun sepanjang periode 2021-2025. Dari dana tersebut, hanya sebesar Rp 6,2 triliun yang dikembalikan ke lender DSI. Artinya, ada selisih dana yang belum dikembalikan sebesar Rp 1,2 triliun.
“Kami telah menghentikan transaksi dari DSI dan beberapa pihak terafiliasi itu sejak 18 desember tahun 2025 terhadap 33 rekening, dengan saldo sekitar Rp 4 miliar,” ungkap Danang dalam RDP.