Jakarta – Tenaga medis Angkatan Darat Inggris terjun ke pulau Tristan da Cunha di Atlantik untuk membantu seorang warga negara Inggris yang diduga terinfeksi hantavirus. Pria tersebut meninggalkan MV Hondius, kapal pesiar yang dilanda wabah virus itu, pada pertengahan April kemudian kembali ke wilayah Inggris itu, tempat ia tinggal.
Oksigen juga diterjunkan dari pesawat RAF A400M, mengingat persediaan di pulau tersebut kritis. Ia pertama kali melaporkan gejala dua minggu setelah meninggalkan kapal dan kondisinya stabil selama isolasi. Enam kasus hantavirus dikonfirmasi, termasuk dua warga negara Inggris lain yang saat ini dirawat di luar kapal.
Hampir sebulan setelah kematian pertama di MV Hondius, kapal tersebut kini tiba di Tenerife, di mana pihak berwenang membantu lebih dari 100 orang dipulangkan ke negara masing-masing. Tiga orang meninggal dunia, termasuk dua orang yang dikonfirmasi terjangkit hantavirus.
Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa hewan pengerat. Sebagian besar hantavirus tidak menular dari manusia ke manusia tapi varian Andes, yang diidentifikasi pada sejumlah orang di kapal pesiar Belanda tersebut, dapat menular antarmanusia.
Pria Inggris yang tinggal di Tristan da Cunha itu turun dari kapal 14 April. Ia melaporkan diare 28 April dan demam dua hari kemudian. Tristan da Cunha sendiri disebut-sebut sebagai pulau paling terpencil di dunia yang ada penghuninya.
Tim yang terdiri dari enam penerjun dan dua medis terjun payung ke Tristan da Cunha. Pesawat angkut RAF A400M, didukung pesawat RAF Voyager, terbang dari pangkalan di Oxfordshire menuju Pulau Ascension di Atlantik Selatan, sebelum menuju Tristan da Cunha. Dua penerjun payung melompat tandem bersama seorang perawat dan seorang dokter ke pulau yang biasanya hanya memiliki tim medis dua orang.
Tristan da Cunha populasinya 221 dan tak ada landasan, yang berarti hanya dapat dicapai kapal laut. Namun itu bukan pilihan dalam kasus ini karena pria tersebut sudah kehabisan pasokan oksigen. Brigadir Ed Cartwright menyebut penerjun payung menghadapi lompatan sangat menantang karena angin kencang dan kecilnya pulau. Kecepatan angin rata-rata sering mencapai lebih dari 40 km/jam.
Ini pertama kali militer Inggris menerjunkan personel medis menggunakan parasut untuk kemanusiaan. Pejabat menambahkan 3,3 ton pasokan medis dikirim ke rumah sakit di sana. Operasi ini bukan hanya tentang pria yang diduga mengidap hantavirus, tapi juga untuk mendukung orang lain di sana, terutama mereka yang mungkin pernah kontak dengannya.
“Operasi luar biasa ini mencerminkan komitmen tak tergoyahkan kami kepada penduduk di wilayah seberang laut kami dan kepada warga negara Inggris, di mana pun mereka berada,” sebut Menteri Luar Negeri Yvette Cooper yang dikutip detikINET dari BBC. Para penerjun payung tersebut akan dijemput kapal. Hal ini sedang direncanakan dengan hati-hati.
WHO telah mengonfirmasi bahwa selain enam kasus yang terkonfirmasi, ada dua kasus dugaan hantavirus, yang mencakup pria Inggris di Tristan da Cunha tersebut. Dua warga negara Inggris dengan kasus terkonfirmasi virus tersebut kini sedang dirawat di Belanda dan Afrika Selatan.