Rupiah Melemah Nyaris Rp16.400/USD Pagi Ini

Diposting pada

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan, di tengah sejumlah sentimen negatif domestik serta global.

Mengutip data Bloomberg, Jumat, 28 Agustus 2025, rupiah hingga pukul 09.35 WIB berada di level Rp16.397 per USD. Mata uang Garuda turun sebanyak 44,5 poin atau setara 0,27 persen dari posisi Rp16.352,5 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.351 per USD. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah akan kembali melemah.

“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.340 per USD hingga Rp16.400 per USD,” jelas Ibrahim.

AS tekan India

Ibrahim mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen para pelaku pasar yang tengah mencermati bagaimana New Delhi menanggapi tekanan dari Washington untuk berhenti membeli minyak Rusia, setelah Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif impor dari India hingga 50 persen pada Rabu.

“Yang juga membebani pasar adalah meningkatnya pasokan yang masuk ke pasar karena produsen-produsen besar telah menghapus beberapa pemotongan sukarela, yang mengimbangi beberapa faktor pendukung, termasuk fakta Rusia dan Ukraina telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing,” jelas dia.

Rusia melancarkan serangan pesawat nirawak besar-besaran terhadap infrastruktur transportasi energi dan gas di enam wilayah Ukraina dalam semalam, menyebabkan lebih dari 100 ribu orang kehilangan akses listrik, kata pejabat Ukraina pada Rabu.

Kemudian, ketidakpastian politik seputar independensi Federal Reserve (Fed) kembali diuji, sebelumnya Donald Trump mencopot Gubernur Lisa Cook telah menimbulkan kekhawatiran tentang otonomi bank sentral.

Di saat yang sama, pesan dovish Ketua Fed Jerome Powell di Jackson Hole, yang mengisyaratkan kondisi ekonomi AS saat ini mungkin membenarkan penurunan suku bunga, memperkuat ekspektasi akan pelonggaran kebijakan moneter di masa mendatang.

Presiden Bank Sentral Federal New York John Williams mengatakan suku bunga kemungkinan akan turun pada suatu saat, tetapi para pembuat kebijakan perlu melihat data ekonomi mendatang sebelum memutuskan apakah pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed 16-17 September merupakan keputusan yang tepat.

 

Soroti aksi demo buruh

Ibrahim melanjutkan, pasar merespons positif terhadap aksi demontrasi ribuan buruh serta mahasiswa dari pelbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tumpah ke jalan dan terpusat di gerbang utama Gedung DPR/MPR RI Jakarta.

Adapun sejumlah tuntutan utama yang akan disuarakan dalam demo buruh DPR, yaitu hapus outsourcing dan tolak upah murah, naikkan upah minimum 2026 sebesar 8,5 persen sampai 10,5 persen, setop PHK dan bentuk Satgas PHK.

Kemudian reformasi pajak perburuhan dengan menaikkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Rp7,5 juta per bulan, hapus pajak pesangon, hapus pajak THR, hapus pajak JHT, hapus diskriminasi pajak perempuan menikah.

Lalu sahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan tanpa Omnibuslaw, sahkan RUU Perampasan Aset, berantas korupsi, revisi RUU Pemilu dengan redesign sistem Pemilu 2029.

“Unjuk rasa yang dilakukan kelompok buruh dan mahasiswa merupakan hal wajar dalam iklim demokrasi. DPR juga akan mendengar, mempertimbangkan semua yang mereka sampaikan dan akan menampung segala tuntutan yang disampaikan para pekerja,” tutur Ibrahim.