
Jakarta – Activision punya pengumuman penting untuk para pemain Call of Duty: Warzone Mobile. Rencananya mereka akan menutup server game ini pada 17 April 2026.
Mereka menegaskan, setelah server ditutup, pemain tidak akan bisa lagi memainkannya. Namun Activision mengingatkan, sebelum hal itu terjadi, saat ini pemain masih bisa menikmati keseruannya beserta sederet konten di dalamnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada komunitas yang telah mendukung Call of Duty: Warzone Mobile dan kepada para pengembang yang telah mewujudkan pengalaman ini. Semangat dan masukan dari para pemain terus membentuk masa depan franchise Call of Duty , dan kami berharap dapat menghadirkan konten dan pembaruan musiman yang bermakna untuk Call of Duty: Mobile,” bunyi pernyataan Activision, dikutip dari situs resminya, Minggu (22/2/2026).
Sayangnya mereka tidak menjelaskan alasan menghentikan layanan game Call of Duty: Warzone Mobile. Namun dari penjelasannya, perusahaan telah mengambil keputusan ini sejak Mei 2025.
Lalu bagi pemain yang masih memiliki COD Points, disarankan segera menggunakannya untuk menikmati konten-konten di dalam game. Hal ini mengingat, setelah server resmi dimatikan, COD Points yang tidak tidak terpakai akan hangus.
“Pengembalian dana tidak tersedia untuk konten dalam game yang telah dibeli sebelumnya atau COD Points yang belum digunakan,” ujarnya.
Untuk diketahui, Call of Duty: Warzone Mobile dirilis di Android dan iOS pada Maret 2024. Sayangnya kehadirannya tidak disambut baik oleh gamer.
Ketika itu, saat awal peluncurannya, Tidak sedikit dari pemain kecewa dan menilai kalau game ini buruk, terlebih khusus ditujukan untuk versi Android-nya. Alhasil banyak orang mulai meninggalkan Call of Duty: Warzone.
Meskipun game ini telah menerima update, namun itu sama sekali tidak membantu memecahkan masalah. Tetap saja, Warzone Mobile belum berada dalam kondisi yang baik untuk dimainkan.
Menurut pemain, gameplay dari game ini membosankan, grafiknya juga bermasalah, dan masih banyak lagi hal lain yang mengganggu gamer. Mereka pun bertanya-tanya apakah pengembang terlalu fokus pada versi iOS.