
Jakarta – Membaca doa qunut saat mengerjakan salat Tarawih hukumnya sunnah. Sebagian umat Islam membaca doa qunut pada salat Tarawih, khususnya pada separuh akhir Ramadan.
Salat Tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadan. Ibadah ini menjadi salah satu syiar utama Ramadan yang dikerjakan setelah sholat Isya secara berjamaah maupun sendiri.
Dikutip dari buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet yang disusun Ibnu Watiniyah, membaca doa qunut witir setelah salat Tarawih atau qunut tarawih setelah witir dibaca ketika memasuki pertengahan bulan Ramadan, yaitu tanggal 15 Ramadan hingga akhir Ramadan.
Doa qunut dikenal dalam beberapa jenis:
Qunut Subuh
Qunut Nazilah (ketika terjadi musibah besar)
Qunut Witir (yang sering dibaca dalam Tarawih)
Dalam konteks sholat Tarawih, qunut yang dimaksud biasanya adalah qunut pada sholat Witir yang dikerjakan setelah Tarawih.
Hukum membaca doa qunut Tarawih adalah sunnah. Namun, sejumlah ulama berbeda pendapat tentang waktu disyariatkannya pada salat Witir. Ada yang berpendapat sepanjang tahun, selama bulan Ramadan dan pada sejak pertengahan Ramadan sampai akhir.
Dalil tentang qunut Witir diriwayatkan dari sahabat Hasan bin Ali RA. Ia berkata:
“Rasulullah SAW mengajarkan kepadaku beberapa kalimat untuk aku baca dalam qunut Witir…”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi, dan lainnya.
Hadits ini menjadi dasar utama bacaan qunut Witir yang populer hingga sekarang.
Bacaan Doa Qunut Tarawih
Berikut bacaan doa qunut Tarawih Ramadan lengkap dalam tulisan Arab, latin dan artinya:
اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لًنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin: Allahummahdinâ fî man hadait. Wa ‘âfinâ fî man ‘âfait. Wa tawallanâ fî man tawallait. Wa bâriklanâ fî mâ a’thait. Wa qinâ syarra mâ qadhait. Fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik. Wa innahû lâ yazillu man wâlait. Wa lâ ya’izzu man ‘âdait. Tabârakta rabbanâ wa ta’âlait. Fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait. Wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam
Artinya: “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”
Keutamaan Membaca Doa Qunut
Dikutip dari kitab Al Adzkar oleh Imam Nawawi terjemahan Ulin Nuha, mengamalkan doa qunut secara rutin dapat menjadi sarana membangun kedekatan dengan Allah SWT. Berikut penjelasan lengkap mengenai berbagai keutamaan membaca doa qunut:
1. Menguatkan Ikatan Spiritual dengan Allah SWT
Doa qunut adalah bentuk penghambaan dan ketundukan total kepada Allah SWT. Ketika seorang Muslim membacanya setiap pagi, ia memulai hari dengan mengakui bahwa seluruh hidupnya berada dalam kuasa Allah.
Di dalam doa qunut terdapat ungkapan permohonan petunjuk, perlindungan, dan keberkahan. Kalimat-kalimat ini membangun kesadaran bahwa manusia adalah makhluk lemah yang sepenuhnya bergantung kepada Sang Pencipta.
2. Memohon Perlindungan dari Kejahatan dan Fitnah
Salah satu inti doa qunut adalah permohonan perlindungan dari keburukan takdir dan berbagai bentuk kejahatan. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari potensi bahaya, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi.
Melalui qunut, seorang muslim memohon agar dijauhkan dari fitnah dunia, kezaliman manusia, musibah yang merugikan, bahaya yang tidak terduga
Permohonan ini membentuk keyakinan bahwa perlindungan sejati hanya datang dari Allah SWT. Rasa aman yang muncul bukan sekadar karena kekuatan diri, melainkan karena kepercayaan penuh kepada penjagaan-Nya.
3. Meminta Petunjuk dalam Menjalani Kehidupan
Petunjuk adalah kebutuhan utama manusia. Tanpa bimbingan Allah, seseorang mudah terjerumus dalam kesalahan dan kebingungan.
Dalam doa qunut terdapat permohonan agar diberikan hidayah sebagaimana orang-orang yang telah mendapatkan petunjuk. Permohonan ini mencerminkan keinginan untuk diberi keputusan yang benar, diberi kebijaksanaan dalam bertindak, dijauhkan dari jalan yang menyimpang
4. Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat
Doa qunut tidak hanya berfokus pada kehidupan dunia, tetapi juga mencakup keselamatan di akhirat. Seorang Muslim memohon perlindungan dari keburukan takdir serta kehinaan yang dapat menjerumuskan pada kerugian abadi.
5. Membersihkan Hati dari Penyakit Ruhani
Hati manusia rentan terhadap penyakit seperti iri, dengki, kebencian, dan kesombongan. Penyakit hati sering kali tidak terlihat, tetapi dampaknya sangat merusak.
6. Mendatangkan Keberkahan dalam Kehidupan
Keberkahan bukan hanya tentang banyaknya harta, tetapi tentang kecukupan dan ketenangan dalam hidup. Dalam doa qunut terdapat permohonan agar Allah memberkahi apa yang telah diberikan.
Dengan membaca qunut, seorang muslim memohon agar setiap nikmat yang diterima tidak hanya banyak, tetapi juga membawa kebaikan dan manfaat jangka panjang.
7. Memohon Rezeki dan Nikmat dari Allah SWT
Doa qunut juga mencerminkan harapan agar Allah memberikan nikmat dan kecukupan. Rezeki tidak selalu berbentuk materi, tetapi juga meliputi kesehatan, ilmu, kesempatan berbuat baik hingga lingkungan yang baik juga.